Dewadewa diyakini lebih berkuasa oleh karena itu tujuan hidup beragama bukanlah hanya memberi sesajen dan persembahan kepada dewa-dewa itu. Dalam ajaran agama hindu ada tiga dewa yang mengambil bentuk brahma-Wisnu-Siwa, dalam agama weda Indra-vithra-varuna,dalam agama mesir kuno osiris-isis-herus,dalam agama arab jahiliyah Al Januatau Janus adalah dewa khas Romawi yg konon katanya semula berasal dari nama dewa bangsa Skyth. Janu dianggap sebagai anak Apollo dari Dewi Creusa. Ia memerintah dengan adil di Latinus. Pada masa Saturnus terusir, Saturnus diterima Janus dengan terbuka. Janus dipuja sebagai dewa perdamaian dan keamanan yg memerintah di langit dan bumi. Orangyang gemar melaksanakan sholat Dhuha karena ALLAH, akan dberikan kelapangan rezeki oleh ALLAH. Rasulullah saw menjelaskan daam hadits Qudsi dari Abu Darda’ bahwa ALLAH berfirman: Wahai anak Adam, rukulah (sholatlah) karena AKU pada awal siang (sholat Dhuha) emapt rakaat, maka AKU akan mencukupi (kebutuhan)mu sampai sore. (HR. Tirmidzi)5. Saatitu, Nabi Ibrahim hidup pada masa penyimpangan pemikiran manusia yang mengorbankan manusia kepada Tuhan yang disembahnya sebagai sesaji. Paa masa kerajaan di Mesir, gadis cantik dipersembahkan untuk Dewa Sungai Nil. Vay Tiền Trả Góp Theo Tháng Chỉ Cần Cmnd Hỗ Trợ Nợ Xấu. Apakah Dewa Siwa Itu Nabi Adam – Apakah Dewa Siwa itu Nabi Adam? Pertanyaan ini mungkin sudah banyak diutarakan selama bertahun-tahun dan diulas dalam berbagai macam teori. Siwa adalah salah satu dewa yang paling penting dalam agama Hindu dan banyak dianggap sebagai dewa tertinggi dalam tradisi tersebut. Dewa Siwa juga dikenal sebagai dewa yang menciptakan dunia, sehingga banyak yang berpikir bahwa Siwa mungkin merupakan Nabi Adam. Namun, jika kita melihat lebih dekat ke dalam sejarah Hindu, kita akan melihat bahwa Siwa hanyalah salah satu dari ratusan dewa yang ada. Siwa adalah dewa yang paling penting, tetapi tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa dia adalah Nabi Adam. Siwa dikenal sebagai dewa yang menciptakan dunia, tetapi tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa dia adalah Nabi Adam. Berdasarkan karakteristiknya, Siwa adalah salah satu dewa yang paling berpengaruh dalam agama Hindu, tetapi bukan Nabi Adam. Jika kita melihat ke dalam agama lain, kita akan melihat bahwa Nabi Adam adalah salah satu nabi utama dalam agama Yahudi dan Islam. Nabi Adam adalah nabi pertama yang diciptakan oleh Allah dan berperan penting dalam kedua agama tersebut. Dia adalah nabi pertama yang mengajarkan manusia untuk melakukan kebaikan dan menghormati semua orang. Dari sini, kita dapat melihat bahwa Siwa dan Nabi Adam adalah dua hal yang berbeda. Siwa adalah salah satu dewa yang paling penting dalam agama Hindu, tetapi dia bukan Nabi Adam. Nabi Adam adalah nabi utama dalam agama Yahudi dan Islam dan memiliki peran yang sangat penting dalam kedua agama tersebut. Jadi, meskipun Siwa dan Nabi Adam mungkin memiliki kesamaan karena keduanya adalah entitas spiritual, mereka tidak sama. Penjelasan Lengkap Apakah Dewa Siwa Itu Nabi Adam1. Siwa adalah salah satu dewa yang paling penting dalam agama Hindu. 2. Siwa dikenal sebagai dewa yang menciptakan dunia, tetapi tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa dia adalah Nabi Adam. 3. Nabi Adam adalah nabi utama dalam agama Yahudi dan Islam dan memiliki peran yang sangat penting dalam kedua agama tersebut. 4. Siwa dan Nabi Adam adalah dua hal yang Meskipun Siwa dan Nabi Adam mungkin memiliki kesamaan karena keduanya adalah entitas spiritual, mereka tidak sama. Penjelasan Lengkap Apakah Dewa Siwa Itu Nabi Adam 1. Siwa adalah salah satu dewa yang paling penting dalam agama Hindu. Siwa adalah salah satu dewa yang paling penting dalam agama Hindu. Dia adalah dewa yang berasal dari Tradisi Veda dan merupakan dewa yang paling sering disebut dalam Hinduisme. Nama Siwa berasal dari bahasa Sanskerta yang berarti “pemelihara”. Siwa dipercaya menciptakan alam semesta dan memiliki kekuatan untuk mengendalikan alam semesta. Beberapa mazhab Hindu menganggapnya sebagai Tuhan yang satu dan menyembahnya sebagai pencipta alam semesta. Siwa juga dikenal sebagai dewa yang sangat kuat dan tidak tunduk pada aturan. Siwa juga dikenal sebagai dewa yang sangat beragama dan penuh dengan kasih sayang. Dia biasanya diwakili dengan seekor singa dan disimbolkan sebagai “Pemelihara Alam Semesta”. Siwa sering dianggap sebagai dewa yang melindungi keluarga dan rumah dari energi-energi jahat. Dalam agama Hindu, Siwa dikenal sebagai pencipta alam semesta dan juga disamakan dengan Nabi Adam. Menurut Hindu, Adam adalah dewa yang diciptakan oleh Siwa untuk memimpin umat manusia. Siwa menciptakan Adam dengan menggunakan cahaya yang berasal dari dirinya sendiri. Adam dianggap sebagai “Bapak semua manusia” dan menjadi simbol kesucian. Beberapa penganut agama Hindu menganggap Adam sebagai tuhan yang satu, yang merupakan manifestasi Siwa. Mereka percaya bahwa Adam adalah manifestasi Siwa sebagai simbol kesucian dan kebaikan. Namun, ada juga yang berpendapat bahwa Adam dan Siwa tidak sama. Meskipun begitu, ada juga yang menyamakan keduanya karena keduanya memiliki hubungan yang erat dengan konsep kebaikan dan kesucian. Secara umum, Siwa dianggap sebagai dewa yang paling penting dalam agama Hindu. Dia dianggap sebagai pencipta alam semesta dan memiliki kekuatan untuk mengendalikan alam semesta. Siwa juga dikenal sebagai dewa yang sangat beragama dan penuh kasih sayang. Beberapa penganut agama Hindu menganggap Adam sebagai manifestasi Siwa dan menyamakan keduanya karena keduanya memiliki hubungan yang erat dengan konsep kebaikan dan kesucian. Meskipun ada yang berpendapat bahwa Adam dan Siwa tidak sama, namun keduanya tetap memiliki hubungan yang erat dan penting dalam agama Hindu. 2. Siwa dikenal sebagai dewa yang menciptakan dunia, tetapi tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa dia adalah Nabi Adam. Dewa Siwa adalah dewa dalam agama Hindu yang terkenal di India dan Tiongkok. Dewa ini dianggap sebagai dewa yang memiliki kuasa untuk menciptakan dunia. Siwa juga disebut sebagai Tuhan yang memiliki kemampuan untuk menciptakan, mempertahankan, dan menghancurkan semua hal yang ada di dunia. Di dalam mitologi, dewa Siwa adalah dewa terpenting, dan dia diyakini sebagai pencipta dunia. Beberapa teks Hindu menyebut Siwa sebagai dewa yang berasal dari alam semesta, dan teks tersebut menyebutkan bahwa Siwa adalah satu-satunya yang dapat melihat ke dalam hati orang dan memiliki kontrol atas alam semesta. Sebagian besar agama Hindu menyatakan bahwa Siwa adalah dewa yang menciptakan dunia, tetapi tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa dia adalah Nabi Adam. Meskipun ada beberapa teks Hindu yang menyebutkan bahwa Siwa adalah langit pertama’, bukti sejarah tidak membuktikan bahwa Siwa adalah Nabi Adam. Beberapa teks Hindu menyebutkan bahwa Siwa telah menciptakan dunia melalui kata-katanya, tetapi bukti sejarah menunjukkan bahwa pemikiran ini berasal dari mitologi dan bukan dari sejarah. Beberapa teks juga menyebutkan bahwa Siwa telah menciptakan manusia, tetapi tidak ada bukti yang dapat ditemukan untuk mendukung pendapat ini. Secara umum, Siwa dikenal sebagai dewa yang menciptakan dunia, tetapi tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa dia adalah Nabi Adam. Meskipun ada beberapa teks Hindu yang menyebutkan Siwa sebagai dewa yang menciptakan dunia, bukti sejarah tidak menunjukkan bahwa Siwa adalah Nabi Adam. Selain itu, tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa Siwa adalah yang menciptakan manusia. Dengan demikian, klaim bahwa Siwa adalah Nabi Adam tidak didukung oleh bukti sejarah. 3. Nabi Adam adalah nabi utama dalam agama Yahudi dan Islam dan memiliki peran yang sangat penting dalam kedua agama tersebut. Nabi Adam adalah tokoh utama dalam agama Yahudi dan Islam dan memiliki peran yang sangat penting dalam kedua agama tersebut. Nabi Adam adalah nabi pertama yang dikirim oleh Allah ke bumi untuk menjadi imam bagi semua umat manusia. Nabi Adam merupakan nabi yang paling dikenal dan disebut-sebut dalam kedua agama tersebut. Dalam agama Yahudi, Nabi Adam dianggap sebagai pencipta semua umat manusia. Dalam Alkitab Perjanjian Lama, Nabi Adam dianggap sebagai pencipta semua umat manusia, baik laki-laki maupun perempuan. Nabi Adam juga dianggap sebagai pencipta dunia, dan Allah mengutusnya ke bumi untuk menjadi imam bagi semua umat manusia. Dalam agama Islam, Nabi Adam dianggap sebagai pencipta pertama umat manusia. Dalam Al-Quran, Nabi Adam dianggap sebagai pencipta pertama umat manusia, dan Allah mengutusnya ke bumi untuk menjadi imam bagi semua umat manusia. Nabi Adam juga dianggap sebagai salah satu nabi yang paling memiliki pengaruh dalam agama Islam. Nabi Adam memiliki beberapa anak yang dikenal sebagai Nabi Ismail, Nabi Ishaq, Nabi Ya’qub, dan Nabi Yusuf. Anak-anak Nabi Adam menjadi nabi-nabi utama dalam agama Yahudi dan Islam, dan memainkan peran penting dalam kedua agama tersebut. Nabi Adam juga dianggap sebagai salah satu dari beberapa nabi yang diutus Allah untuk menyampaikan pesan-Nya kepada umat manusia. Secara keseluruhan, Nabi Adam adalah tokoh utama dalam kedua agama Yahudi dan Islam dan memiliki peran yang sangat penting dalam kedua agama tersebut. Nabi Adam dianggap sebagai pencipta semua umat manusia, dan Allah mengutusnya ke bumi untuk menjadi imam bagi semua umat manusia. Anak-anak Nabi Adam juga menjadi nabi-nabi utama dalam agama Yahudi dan Islam, dan memainkan peran penting dalam kedua agama tersebut. Nabi Adam juga dianggap sebagai salah satu dari beberapa nabi yang diutus Allah untuk menyampaikan pesan-Nya kepada umat manusia. 4. Siwa dan Nabi Adam adalah dua hal yang berbeda. Siwa dan Nabi Adam adalah dua hal yang berbeda. Siwa adalah dewa dalam kebudayaan India dan Hinduisme, sedangkan Nabi Adam adalah nabi utama dalam agama Islam dan Kristen. Siwa telah diadopsi oleh agama Hindu dan digunakan sebagai simbol kekuatan spiritual, dan diyakini sebagai dewa yang paling kuat. Siwa juga diyakini sebagai dewa yang bertanggung jawab atas penciptaan alam semesta dan semua bentuk kehidupan yang ada di dalamnya. Sementara itu, Nabi Adam adalah nabi utama dalam agama Islam dan Kristen. Nabi Adam adalah manusia pertama yang diciptakan oleh Allah dan diutus untuk menerangi umat manusia. Nabi Adam dianggap sebagai penggenap keutamaan dan kemuliaan Allah, dan diyakini sebagai simbol penghormatan dan kerinduan kepada Allah. Nabi Adam juga merupakan simbol penting dalam Islam, dan dianggap sebagai contoh bagi para pengikut agama. Keduanya, Siwa dan Nabi Adam, memiliki beberapa kesamaan. Keduanya diyakini sebagai simbol kekuatan spiritual. Keduanya juga diyakini sebagai pencipta alam semesta dan semua bentuk kehidupan yang ada di dalamnya. Namun, meskipun begitu, Siwa dan Nabi Adam adalah dua hal yang berbeda. Siwa adalah dewa dalam kebudayaan India dan Hinduisme, sementara Nabi Adam adalah nabi utama dalam agama Islam dan Kristen. Meskipun ada kesamaan antara keduanya, yaitu simbol kekuatan spiritual dan pencipta alam semesta, Siwa dan Nabi Adam adalah dua hal yang berbeda. Siwa adalah dewa dalam kebudayaan India dan Hinduisme, sementara Nabi Adam adalah nabi utama dalam agama Islam dan Kristen. Oleh karena itu, bisa dikatakan bahwa Siwa dan Nabi Adam adalah dua hal yang berbeda. 5. Meskipun Siwa dan Nabi Adam mungkin memiliki kesamaan karena keduanya adalah entitas spiritual, mereka tidak sama. Dewa Siwa adalah dewa yang berasal dari Hinduisme. Dia dianggap sebagai dewa utama dalam Hinduisme dan dianggap sebagai pencipta dan pemelihara semesta. Dewa Siwa memiliki banyak avatar dan bentuk, dan mungkin paling sering dikenal sebagai dewa berhala yang berbentuk lingga dan yoni. Meskipun beberapa orang Hindu percaya bahwa Dewa Siwa adalah Nabi Adam, pendapat ini tidak diakui secara umum dalam kepercayaan Hindu. Sementara Dewa Siwa dan Nabi Adam memiliki kesamaan karena keduanya adalah entitas spiritual, mereka tidak sama. Nabi Adam diciptakan oleh Allah sebagai manusia pertama dan sebagai nabi pertama. Dalam Al-Quran, Nabi Adam diciptakan dari tanah dan menjadi manusia pertama yang dikirimkan oleh Allah untuk mengajarkan kebenaran agama Islam. Nabi Adam juga dikenal sebagai pemimpin pertama dalam agama Islam, dan merupakan salah satu nabi utama dalam agama ini. Dewa Siwa sendiri adalah entitas spiritual yang dianggap sebagai dewa utama dalam Hinduisme. Dia dianggap sebagai pencipta dan pemelihara semesta, dan juga dianggap sebagai dewa berhala yang berbentuk lingga dan yoni. Dewa Siwa juga dikenal sebagai dewa keberuntungan dan pemelihara alam semesta, dan dianggap sebagai dewa yang tidak terbatas baik dalam wujud maupun usia. Meskipun Dewa Siwa dan Nabi Adam mungkin memiliki beberapa kesamaan, karena keduanya adalah entitas spiritual, mereka tidak sama. Nabi Adam adalah manusia pertama yang dikirim oleh Allah untuk mengajarkan agama Islam, sementara Dewa Siwa adalah dewa utama dalam Hinduisme. Selain itu, Dewa Siwa dianggap sebagai dewa yang tidak terbatas baik dalam wujud maupun usia. Mereka juga memiliki kepercayaan yang berbeda sehingga mereka tidak dapat disamakan. SIAPA yang tak Kenal Kisah Nabi Adam AS dan Istrinya Hawa, Nabi Adam dikeluarkan dari surga oleh Allah SWT karena telah melanggar perintah dengan memakan buah terlarang. Beberapa pendapat menyebut jika Hawa, istri Nabi Adam AS, adalah penyebab dikeluarkannya mereka dari surga Allah. Hawa disebut memengaruhi Nabi Adam agar memakan buah terlarang. Pendapat ini dijadikan sebuah hujah jika Hawa adalah penyebab manusia harus diturunkan ke bumi dan tidak merasakan nikmatnya surga. Kaidah tersebut juga dipakai untuk merendahkan wanita dibanding lelaki. Benarkah pandangan tersebut? Syekh Yusuf Qaradhawi pernah membahas khusus soal hubungan Adam dan Hawa serta kaitannya dengan diturunkannya mereka dari surga. Syekh Qaradhawi mengatakan, pendapat bahwa Hawa yang dituding sebagai penyebab Nabi Adam diusir adalah pendapat tidak Islami. Menurut Syekh Qaradhwi, sumber pendapat ini ialah kitab Taurat dengan segala tambahannya. Syekh Qaradhawi menerangkan, dalam Alquran jelas disebutkan jika bukan seperti itu kisah dan penekanan yang diambil. Pertama, perintah Ilahi untuk tidak memakan buah terlarang ditujukan kepada Adam dan Hawa bukan Adam saja. Allah berfirman, “Dan Kami berfirman, Hai Adam, diamilah oleh kamu dan istrimu surga ini dan makanlah makanan-makanannya yang banyak lagi baik di mana saja yang kamu sukai, dan janganlah kamu dekati pohon ini yang menyebabkan kamu termasuk orang-orang zalim.'” QS al-Baqarah [2] 35. Kedua, yang mendorong keduanya dan menyesatkan keduanya dengan tipu daya, bujuk rayu, dan sumpah palsu ialah setan. Hal ini sebagaimana difirmankan Allah, “Lalu, keduanya digelincirkan oleh setan dari surga itu dan dikeluarkan dari keadaan semula ….” QS al-Baqarah [2] 36. Ketiga, Alquran telah menegaskan Nabi Adam AS diciptakan oleh Allah untuk suatu tugas yang sudah ditentukan sebelum diciptakannya. Yakni, untuk mengurus bumi. Para malaikat pada waktu itu sangat ingin mengetahui tugas tersebut, bahkan mereka mengira bahwa mereka lebih layak mengemban itu daripada Adam. Hal ini telah disebutkan dalam beberapa ayat surah al-Baqarah yang disebutkan Allah SWT sebelum menyebutkan ayat-ayat yang membicarakan bertempat tinggalnya Adam dalam syurga dan memakan buah terlarang. Firman Allah, “Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi.’ Mereka berkata, Mengapa Engkau hendak menjadikan khalifah di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan menyucikan Engkau?’ Tuhan befirman, Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.'” QS al-Baqarah [2] 30. Keempat, surga tempat Nabi Adam AS diperintahkan untuk berdiam di dalamnya dan memakan buah-buahannya, kecuali satu pohon, tidak dapat dipastikan bahwa surga tersebut adalah surga yang disediakan Allah untuk orang-orang muttaqin di akhirat kelak. Surga yang dimaksud belum tentu surga yang di dalamnya Allah menciptakan sesuatu kenikmatan-kenikmatan yang belum pernah dilihat mata, belum pernah didengar telinga, dan tidak seperti yang terlintas dalam hati manusia. Para ulama berbeda pendapat mengenai “surga” Adam ini, apakah merupakan surga yang dijanjikan kepada orang-orang mukmin sebagai pahala mereka ataukah sebuah jannah taman/kebun dari kebun-kebun dunia, seperti firman Allah, “Sesungguhnya Kami telah menguji mereka musyrikin Makkah sebagaimana Kami telah menguji pemilik-pemilik kebun jannah ketika mereka bersumpah bahwa mereka sungguh-sungguh akan memetik hasil-nya pada pagi hari.” QS al-Qalam [68] 17. Dalam surah lain Allah berfirman, “Dan, berikanlah kepada mereka sebuah perumpamaan dua orang laki-laki. Kami jadikan bagi seorang di antara keduanya yang kafir dua buah kebun jannatain anggur dan Kami kelilingi kedua kebun itu dengan pohon-pohon kurma dan di antara kedua kebun itu Kami buatkan ladang. Kedua buah kebun itu menghasilkan buahnya, kebun itu tiada kurang buahnya sedikit pun, dan Kami alirkan sungai di celah-celah kedua kebun itu.” QS al-Kahfi [18] 32-33. Ibnul Qayyim menyebutkan kedua pendapat tersebut dengan dalilnya masing-masing dalam kitabnya, Miftahu Daaris Sa’adah. Allahu a’lam.[] SumberKhazanah Republika - Inilah dewa siwa vs nabi adam, pembahasan tentang aneka hal yang erat kaitannya dengan dewa siwa vs nabi adam serta keajaiban-keajaiban dunia sejumlah artikel penting tentang dewa siwa vs nabi adam berikut ini dan pilih yang terbaik untuk Anda.…, lalu para malaikat sangat memuliakan Nabi Adam as , kemudian Nabi Adam as pelan – pelan berkuranglah tinggi beliau . Musonif Abdur Razaq . Dari……itu tidaklah berarti bahwa nabi-nabi hanya sejumlah 25. Sebelum Nabi Muhammad SAW, Allah mengutus nabi dan rasul kepada setiap bangsa. Nabi Ibrahim AS adalah bapak dari 18 orang nabi, yaitu……mana pun Adam berada, maka Tuhan memerintahkan Adam untuk menghadapkan wajahnya ke arah Ka’bah ketika Adam hendak menyembahNya. Hari demi hari pun dilewati Adam beserta Siti Hawa di tanah yang……pada tanggal 12 di bulan pertama Madhop. Nabi Muhammad lahir pada tanggal 12 rabiul awal. Sebagai Amtim Rishi resi terakhir. Nabi Muhammad adalah juga nabi terakhir dari deretan Nabi-Nabi yang……sepuluh milyard empat ratus juta tahun masehi. Subhanallah….. 2. Dewa Siwa Menurut ajaran hindu; Dewa Siwa adalah Dewa Pelebur. Tugas Dewa Siwa adalah melebur segala sesuatu yang sudah usang dan……manusia” adalah DEWA KALKI Satrio Piningit. Dewa Kalki didampingi oleh “dewa delapan”. Dewa delapan adalah delapan wasu, yaitu delapan dewa yang menguasai aspek-aspek dalam semesta. Dewa delapan ini juga yang……adalah Dewa Kresna. Dewa Kalki adalah penggenapan Dewa Kresna. Dewa ini adalah penjelmaan inkarnasi kesepuluh penggenapan Dewa Wisnu. Parasnya seperti Dewa Kresna. Dewa Kresna adalah penjelmaan kedelapan Dewa Wisnu. Julukan……bahwa setelah menderita sakit selama 11 hari, Nabi Adam wafat. Ketika masih sakit, Nabi Adam berwasiat kepada Syith untuk menggantikan posisi kepemimpinannya. Nabi Adam juga mengingatkan Syith untuk menjaga kerahasiaan……Nabi Adam merasa berdukacita dan kemudian Allah berfirman maksud-Nya “Wahai Adam, pergilah menunaikan haji kepada Kaabah Allah.” Maka pergilah Nabi Adam, dan setiap bekas jejak kakinya itu menjadi hutan rimba…Demikianlah beberapa ulasan tentang dewa siwa vs nabi adam. Jika Anda merasa belum jelas, bisa juga langsung mengajukan pertanyaan kepada MENARIK LAINNYApolo artinya dalam bahasa Jawa, kuku perkutut, Java tel aviv, kayu tlogosari, orang terkaya di dharmasraya, naskah drama bahasa sunda 10 orang, sunan pangkat, tokoh wayang berdasarkan weton, penguasa gaib pulau sumatera, Ki sapu angin Gambar Kesatuan Lingga & Yoni Kisah Adam dan Hawa yang merupakan kisah asal muasal manusia dan sekaligus kisah manusia mengenal Tuhan bagi agama Abrahamik sampai sekarang belum ada petunjuk tentang siapa manusia pertama yang mengisahkan mereka. Tetapi berdasarkan artikel sebelumnya kemungkinan orang itu adalah Nabi Ibrahim. Mengenai nabi Ibrahim Klik Disini. Nabi Ibrahim kemungkinan merupakan manusia yang untuk pertama kalinya mengajarkan dan memberitahukan tentang kisah Adam dan Hawa. Ketika Nabi Ibrahim meninggalkan India, agaknya ajaran Ibrahim sudah menjadi ajaran yang tidak murni lagi, dimana pemahaman terhadap ke-Tuhan-an mulai bergeser dari Monoteisme ke kisah dewa-dewa Politheisme. India saat itu tenggelam dalam penyembahan berhala atau menguatnya filsafat antropomorfisme, yaitu filsafat Tuhan yang menjelma sebagai makhluk. Yang secara tiba-tiba menurunkan ajaran Monotheisme secara itu sepertinya mereka mendewakan para nabi menjadi sebuah kisah yang luar biasa. Kemungkinan tiga aspek dewa dalam Hindhu yaitu, Brahma, Wishnu dan Siwa sebenarnya adalah kisah Ibrahim Brahma-Baca Disini, Kisah Nuh Wishnu-Baca Disini dan Kisah Adam Siwa yang telah mengalami metamorfose sedemikian akut, sehingga menjadikan mereka sebagai bentuk dewa baru. Di Hindhu ada tiga aspek Tuhan wanita Dewi yaitu ” Parwati, Saraswati dan Kali. Hubungan Siwa dan Parwati sangatlah erat. Dimana representasi hubungan secara seksual diantara mereka banyak ditemukan di berbagai patung. Biasanya patung tersebut merupakan perlambang Siwa dan Parwati yang duduk dalam meditasi abadi. Hubungan Seksual antara Siwa dan Parwati dilambangkan dalam bentuk Lingga dan Yoni. Bahwa Lingga Perlambang Penis dan Yoni Perlambang Vagina merupakan simbol kehidupan dalam pemahaman “cinta wanita kepada pria" atau lambang asal mula kehidupan manusia berlangsung. Simbol Siwa sebagai “Dewa Kesuburan” berupa Lingga merupakan representasi dari “Adam”. Siwa SHIVA berubah menjadi Chavvah = Khav-vaw =Eva=Eve Hawa = pemberi hidup Yoni. Shiva = Schi-Wah. Dimana dalam pemahaman teologis agama Abrahamik Hawa berasal dari Adam. Lingga dan Yoni itu merupakan representasi asal kehidupan berasal. Dimana ketika hubungan seksual antara lelaki dan perempuan menghasilkan kehidupan bayi. Inilah yang menjadi falsafah adanya alam semesta dan kehidupan. Simbol Lingga dan Yoni sebagai Adam dan Hawa sebagai permulaan kehidupan manusia, Karena manusia adalah pusat dimana kehidupan ini diketahui. Jadi ada kemiripan kejadian antara Siwa & Parwati dengan Adam & Hawa. Hawa diciptakan dari Adam, hampir sama dengan Parwati yang tercipta dari Siwa. Lantas Siwa dan Parwati menyatu seperti orang bersetubuh dan ini dilambangkan dengan Lingga dan Yoni, yang oleh Hindhu merupakan simbol kelamin pria dan wanita sebagai lambang asal kehidupan. Parwati merupakan istri Siwa sebagai ibu dari segala Dewi. Menurut Purana Orang bijak mengutuk Lingga Siwa, jatuh kebumi dan membakar segalanya bagai api. Parwati berubah jadi Yoni dengan tenang memegang lingga kedalam Yoninya hubungan seksual mirip kisah Abrahamik bahwa Adam & Hawa berdosa dan harus turun ke bumi. Padma Purana juga menceritakan kisah bahwa Parwati mengasumsikan bentuk Yoni untuk menerima lingga Siwa, yang dikutuk oleh orang bijak Bhrigu menjadi lingga. Salah satu bukti yang agak mendekati bawa Siwa dan Parwati adalah Adam dan Hawa adalah bahwa Siwa mempunyai anak dari Parwati dan diberi nama Ganesha dan Kartikeya.

apakah dewa siwa itu nabi adam